sAINs Three my memorian

24 10 2008





22 10 2008





Fenomena Laskar Pelangi

22 10 2008
09/10/2008 00:37 – Barometer
Fenomena Laskar Pelangi

Liputan6.com, Jakarta: Novel Laskar Pelangi kini laris pula ketika difilmkan ke layar lebar. Ada banyak hal tercermin lewat film ini, antara lain karena dianggap mewakili mimpi jutaan anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Perjuangan belasan anak dari Belitong, Sumatra Selatan, untuk tetap bersekolah di tengah kemiskinan dan keterbelakangan pun kemudian menjadi inspirasi.

Tak heran kalau kemudian film ini memecahkan rekor penonton terbanyak. Belum genap dua pekan sejak ditayangkan pertama kali, angka 1,3 juta penonton langsung tembus. “Untuk ukuran film yang dibuat di Indonesia, ini jauh dari ekspektasi saya, jadi saya kira [nilai] sepuluh untuk film ini,” ujar penulis Laskar Pelangi, Andrea Hirata, dalam dialog Barometer SCTV, Rabu (8/10) malam.

Banyaknya pujian terhadap film ini memang sebuah surprise, karena sejak awal tidak sedikit yang skeptis bahwa Laskar Pelangi versi layar lebar bisa menyaingi kehebatan novelnya. Keraguan itu antara lain diungkapkan Komarudin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta. “Sebelumnya saya sering kecewa, tapi setelah menonton film ini saya lega,” tutur Komarudin.

Lantas, apa dampak film ini terhadap dunia pendidikan di Tanah Air serta menumbuhkan sikap tak gampang menyerah di kalangan generasi muda? Topik ini dikupas dalam tayangan Barometer SCTV dengan menghadirkan beberapa tokoh. Selain Andrea dan Komarudin, sutradara Riri Riza, Giring Nidji, aktor Slamet Rahardjo Djarot, pakar pendidikan anak Seto Mulyadi, dan mantan Bupati Belitung, Basuki, ikut bertutur dalam dialog ini. Dialog selengkapnya bisa disaksikan dalam tayangan video Barometer SCTV edisi 8

Oktober 2008.(ADO)




KEKUATAN TERSEMBUNYI PETIR

22 10 2008

Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.

Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?

Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.

KEINDAHAN YANG TERLIHAT SELAMA SETENGAH DETIK

Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.

Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.

Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur’an,

“…Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS. An Nuur, 24:43)

Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.

Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.

Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur’an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur’an, sesungguhnya adalah “Guruh”. Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.





Nobel Fisika untuk Penelitian Partikel Elementer

22 10 2008

Penemuan di bidang partikel elementer yang menjelaskan anomali pembentukan materi di alam semesta, mendapat anugerah hadiah Nobel Fisika tahun ini.

Hadiah Nobel Fisika tahun ini dianugerahkan kepada tiga ilmuwan peneliti fisika partikel, masing-masing Yoichiro Nambu warga AS keturunan Jepang, dan dua rekannya dari Jepang Makoto Kobayashi dan Toshihide Maskawa. Akademi ilmu pengetahuan kerajaan Swedia di Stockholm menyebutkan hari Selasa (7/10), ketiga ilmuwan itu diberi anugerah Nobel atas karyanya yang fundamental di bidang fisika partikel, yang memperbaiki pemahaman mengenai materi di alam semesta. Ketiga pakar fisika itu menjelaskan anomali dalam konsep pembentukan materi di alam semesta pada saat dentuman besar 14 milyar tahun lalu.

Nambu (87) Diberi penghargaan atas hasil penelitiannya di tahun 1960 mengenai mekanisme pembiasan simetri secara spontan. Penemuannya menjadi landasan bagi model standar fisika yang merupakan sebuah teori yang menjelaskan keberadaan partikel elementer serta tiga dari empat gaya yang ada di alam semesta. Sementara Kobayashi (64) dan Maskawa (68) melakukan penelitian berdasarkan teori pembiasan simetri secara spontan, hingga dapat menjelaskan keberadaan sedikitnya tiga keluarga partikel elementer yang disebut Quarks.

Sementara Nobel Kedokteran tahun ini diberikan kepada tiga ilmuwan yang melakukan penelitian praktis. Yakni penelitian di bidang virologi. Masing-masing prof. Harald zur Hausen pakar virologi Jerman dari pusat penelitian kanker di Heidelberg memperoleh penghargaan atas keberhasilannya menemukan vaksin anti kanker leher rahim. Dan dua orang pakar virologi Perancis dari Institut Pasteur di Paris, Francoise Barre-Sinoussi dan Luc Montagnier mendapat penghargaan bagi penelitian virus HIV sejak awal. Penemuan kedua pakar virologi dari Perancis itu merupakan sinyal positif, yang diharapkan dapat memicu pengembangan vaksin anti AIDS yang harganya murah.

Prof. Harald zur Hausen 20 tahun lamanya memimpin pusat penelitian kanker di Heidelberg. Pada tahun 80-an Zur Hausen membuktikan apa yang disebut virus Papilloma dapat memicu munculnya kanker leher rahim. Separuh kasus kanker di kalangan perempuan di seluruh dunia adalah kanker leher rahim. Dari penemuan itu dapat dikembangkan vaksin anti-kanker leher rahim. Tingkat efektivitas perlindungan vaksin itu nyaris mencapai 100 persen.

Menanggapi keputusan Komite Hadiah Nobel di Stockholm itu prof. Harald zur Hausen (72) menyampaikan pesannya kepada para peneliti muda : “Saya akan mebuka jalan bagi para peneliti muda, yang merasa yakin pada satu tema dan sudah melakukan penelitiannya selama beberapa tahun. Juga bagi para peneliti yang tidak putus semangat menanggapi sukses dalam dunia ilmu pengetahuan yang terkadang berumur pendek“

Hadiah Nobel Kedokteran tahun ini juga dianugerahkan untuk penelitian virus AIDS. Luc Montagnier (76) adalah ilmuwan pertama yang berhasil mengisolasi virus AIDS pada tahun 1983 lalu. Saat ini di seluruh dunia tercatat 33 juta orang yang terpapar virus HIV, sebagian besar penduduk di benua Afrika di kawasan selatan gurun Sahara. Francoise Barre-Sinoussi (61) adalah direktris Institut Pasteur di Paris yang terus melakukan penelitian sifat-sifat virus HIV, yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan vaksinnya di masa depan.





Mencari Sobat Sejati

20 08 2008

Sobat

Sobat,

Jika matahari menyinarimu aku pun ikut tersinari

Jika bulan menerangi jalanmu

begitupun juga menerangi jalanku

Jika malam menguasai hatimu

begitupun juga hatiku

Jika laut mengguncang jiwamu

begitupun juga jiwaku

Namun,

Tahukah kau sobat,

Di hatimu daku tak pernah tahu

Di jiwamu daku pun tak mengerti

Hanya doa dan harapan dari lubuk hati untukmu

Tak peduli

Malam, siang, hujan, terik

Namun jangan pernah sekalipun

menggerogoti kesucian ikatan

Hanya karena api dengki

yang hanya merobohkan bangunan tegap dan kokoh